“Tentu akan ada dampak 'pencet balon', alias macet berpindah ke jalan lain karena tingginya kendaraan yang biasa melintas.”
Harun Al-Rasyid Lubis
Tata Ruang & Transportasi · Guru Besar FTSL ITB
9
Pendapat terkurasi
Lintas tier · diperbarui berkala
3
Ahli & akademisi
Kategori prioritas
4
Tokoh & pejabat
Pernyataan resmi
2
Aktivis & organisasi
Suara warga terorganisir
Distribusi sentimen — Ahli
Akademisi bidang relevan (tata ruang, perencanaan kota, transportasi, hukum, cagar budaya), praktisi tersertifikasi (arsitek IAI, perencana IAP, MTI), dan lembaga riset. Tidak termasuk politisi atau influencer tanpa kredensial.
“Tentu akan ada dampak 'pencet balon', alias macet berpindah ke jalan lain karena tingginya kendaraan yang biasa melintas.”
Harun Al-Rasyid Lubis
Tata Ruang & Transportasi · Guru Besar FTSL ITB
“Buat apa rencana tata ruang dibentuk kalau tiba-tiba ada pembangunan seperti ini? Ibarat macan yang kuat di atas kertas, tapi tak berdaya di hadapan egoisme penguasa.”
“Kawasan Gedung Sate adalah kawasan cagar budaya. Untuk menilai apakah akan dilakukan intervensi fisik, prosedurnya adalah menyusun kajian cagar budaya dan rencana intervensinya oleh ahli yang memiliki sertifikat kompetensi ahli pemugaran.”
Pernyataan publik dari pejabat yang memiliki otoritas formal atas keputusan terkait. Disusun apa adanya, bukan tafsir niat.
“Gedung Sate yang begitu indah ini, hari ini halamannya malah seperti 'halaman hotel'. Saya ingin halamannya luas, terintegrasi, dan benar-benar mencerminkan karakter Gedung Sate itu sendiri.”
“Jalan Diponegoro akan dialihkan ke sisi utara Gasibu, tetap terhubung dengan Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Majapahit. Ini sudah berdasarkan hasil andalalin.”
“Sedangkan dari arah Dago dibelokkan ke arah Cilamaya, belakang Gedung Sate. Sudah dirapatkan bersama Dishub Provinsi, Polda, Polrestabes, dan Bina Marga Provinsi.”
“Kita (Pemkot Bandung) juga masih belum clear, kita belum pernah lihat gambarnya.”
Suara warga terorganisir: organisasi pelestarian, penggerak petisi, kelompok advokasi.
“Kalau misalnya segmen Jalan Diponegoro depan Gedung Sate ditutup, ini lagi-lagi juga akan merusak konsep sumbu barat-timur dari kawasan ini, karena dia menjadi terbelah si sumbunya itu dan dipotong oleh halaman Gedung Sate.”
“Jangan menutup dan menghilangkan ruas Jalan Diponegoro. Biarkan ruas jalan itu tetap menjadi bagian jalan umum.”
Sampel kurasi dari linimasa publik X, dikelompokkan per grup terdampak (PKL, pengendara, pejalan kaki, pesepeda).
Bagian ini akan ditambahkan
Bagian Suara Warganet membutuhkan kurasi manual sampel cuitan + pengelompokan per grup. Bukan survei representatif. Akan ditambahkan dengan disclaimer eksplisit dan label sentimen per cuitan.
Pertanyaan yang muncul dari pendapat ahli & kontradiksi pernyataan pejabat, dan belum dijawab di kanal resmi.
Mana SK final yang berlaku: SK Dishub atau pernyataan KDM?
Kapan dokumen Andalalin dirilis ke publik?
Apakah ada studi cagar budaya / heritage impact assessment?
Bagaimana sosialisasi ke PKL & angkot terdampak?
Punya kutipan ahli, sumber, atau pendapat warganet yang relevan tapi belum tercatat di sini? Kirim ke kami.