Diperbarui 30 Apr 2026

Pendapat

Apa kata publik tentang revitalisasi Gedung Sate–Gasibu. Pendapat ahli (akademisi tata ruang, transportasi, cagar budaya, praktisi tersertifikasi) diutamakan, lalu tokoh, aktivis & organisasi. Tanpa foto. Setiap kutipan punya sumber yang bisa diverifikasi.

9

Pendapat terkurasi

Lintas tier · diperbarui berkala

3

Ahli & akademisi

Kategori prioritas

4

Tokoh & pejabat

Pernyataan resmi

2

Aktivis & organisasi

Suara warga terorganisir

Distribusi sentimen — Ahli

  • Kritis (3)
  • Netral (0)
  • Mendukung (0)

Pendapat Ahli & Akademisi ⭐

Akademisi bidang relevan (tata ruang, perencanaan kota, transportasi, hukum, cagar budaya), praktisi tersertifikasi (arsitek IAI, perencana IAP, MTI), dan lembaga riset. Tidak termasuk politisi atau influencer tanpa kredensial.

Sentimen
“Tentu akan ada dampak 'pencet balon', alias macet berpindah ke jalan lain karena tingginya kendaraan yang biasa melintas.”
HA

Harun Al-Rasyid Lubis

Tata Ruang & Transportasi · Guru Besar FTSL ITB

●KritisKompas Bandung·28 Apr 2026
“Buat apa rencana tata ruang dibentuk kalau tiba-tiba ada pembangunan seperti ini? Ibarat macan yang kuat di atas kertas, tapi tak berdaya di hadapan egoisme penguasa.”
FA

Frans Ari Prasetyo

Urban Planning · Pengamat Urban ITB

●KritisTribun Jabar·29 Apr 2026
“Kawasan Gedung Sate adalah kawasan cagar budaya. Untuk menilai apakah akan dilakukan intervensi fisik, prosedurnya adalah menyusun kajian cagar budaya dan rencana intervensinya oleh ahli yang memiliki sertifikat kompetensi ahli pemugaran.”
WS

Woerjantari Soedarsono

Cagar Budaya · Arsitek & dosen ITB

●KritisIDN Times Jabar·29 Apr 2026

Pendapat Tokoh & Pejabat

Pernyataan publik dari pejabat yang memiliki otoritas formal atas keputusan terkait. Disusun apa adanya, bukan tafsir niat.

“Gedung Sate yang begitu indah ini, hari ini halamannya malah seperti 'halaman hotel'. Saya ingin halamannya luas, terintegrasi, dan benar-benar mencerminkan karakter Gedung Sate itu sendiri.”
DM

Dedi Mulyadi (KDM)

Gubernur Jawa Barat 2024–2029

✓MendukungTribun Jabar·15 Apr 2026
“Jalan Diponegoro akan dialihkan ke sisi utara Gasibu, tetap terhubung dengan Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Majapahit. Ini sudah berdasarkan hasil andalalin.”
AW

Agung Wahyudi

Kepala Bidang Penataan Ruang DBMPR Jabar

✓MendukungBisnis Bandung·29 Apr 2026
“Sedangkan dari arah Dago dibelokkan ke arah Cilamaya, belakang Gedung Sate. Sudah dirapatkan bersama Dishub Provinsi, Polda, Polrestabes, dan Bina Marga Provinsi.”
RS

Rasdian Setiadi

Kepala Dishub Kota Bandung

◐NetralTribun Jabar·29 Apr 2026
“Kita (Pemkot Bandung) juga masih belum clear, kita belum pernah lihat gambarnya.”
MF

Muhammad Farhan

Wali Kota Bandung

●KritisKompas Bandung·15 Apr 2026

Aktivis & Organisasi

Suara warga terorganisir: organisasi pelestarian, penggerak petisi, kelompok advokasi.

“Kalau misalnya segmen Jalan Diponegoro depan Gedung Sate ditutup, ini lagi-lagi juga akan merusak konsep sumbu barat-timur dari kawasan ini, karena dia menjadi terbelah si sumbunya itu dan dipotong oleh halaman Gedung Sate.”
AB

Aji Bimarsono

Ketua Bandung Heritage Society

●KritisKoran Mandala·29 Apr 2026
“Jangan menutup dan menghilangkan ruas Jalan Diponegoro. Biarkan ruas jalan itu tetap menjadi bagian jalan umum.”
RN

Ricky N. Sas

Inisiator petisi Change.org

●KritisPetisi Change.org·Apr 2026

Suara Warganet

Sampel kurasi dari linimasa publik X, dikelompokkan per grup terdampak (PKL, pengendara, pejalan kaki, pesepeda).

Bagian ini akan ditambahkan

Bagian Suara Warganet membutuhkan kurasi manual sampel cuitan + pengelompokan per grup. Bukan survei representatif. Akan ditambahkan dengan disclaimer eksplisit dan label sentimen per cuitan.

Pertanyaan terbuka

Pertanyaan yang muncul dari pendapat ahli & kontradiksi pernyataan pejabat, dan belum dijawab di kanal resmi.

  1. 1

    Mana SK final yang berlaku: SK Dishub atau pernyataan KDM?

    Ditujukan ke: Pemprov Jabar & Pemkot Bandung·●Belum
  2. 2

    Kapan dokumen Andalalin dirilis ke publik?

    Ditujukan ke: DBMPR Jabar·●Belum
  3. 3

    Apakah ada studi cagar budaya / heritage impact assessment?

    Ditujukan ke: Pemprov Jabar·●Belum
  4. 4

    Bagaimana sosialisasi ke PKL & angkot terdampak?

    Ditujukan ke: Pemkot Bandung·●Belum

Kontribusi pendapat

Punya kutipan ahli, sumber, atau pendapat warganet yang relevan tapi belum tercatat di sini? Kirim ke kami.

  • Pendapat ahli: lampirkan link sumber publik (artikel media, paper, rilis resmi). Tanpa link, tidak masuk.
  • Pendapat tokoh: kutipan harus berasal dari pernyataan publik yang dapat diverifikasi.
  • Sentimen: akan disusun ulang oleh editor; usulan label Anda jadi referensi.
Lihat kontak

Konten dibantu AI berdasarkan riset publik. Cek sumber per klaim. Tentang & metodologi

BerandaRencanaPendapatKontradiksiTentang